Alih-Alih Mati Syahid, Malah Mati Sangit!
22 07 2009JAKARTA BOMBING,
I was so shocked and still shock tonight……. Terrorist attack!
Kolam kebencian memang tak bertepi. Dia bisa menembus ajaran agama dan kitab suci. Tak perduli bangsa, tak perduli keluarga, tak perduli anak dan istri. Bahkan pada diri sendiri pun tak dihargai. Bunuh diri seakan menjadi dogma baru, agama baru di atas lintas ajaran agama yang ada. Menuju kebahagiaan yang hakiki, katanya. Jalan surga, katanya.
Sebagai muslim saya tidak habis mengerti, bagaimana hal yang demikian itu bisa diatasnamakan agama. Islam mengajarkan keluhuran. Kalau berperang pun dengan adab yang santun. Dilarang membunuh perempuan dan anak-anak. Memegang teguh perjanjian. Islam tak pernah mengajarkan bunuh diri apalagi dalam perang. Hanya orang yang mati gaya, berputus asa, mempunyai kefahaman bunuh diri sebagai bagian dari jihad dalam islam. Kesesatan pemikiran yang nyata! Padahal, sejatinya islam melarang putus asa dan menganjurkan pengikutnya untuk bersabar dalam menghadapi segala situasi yang ada. Karena pertolongan Allah pasti akan datang.
Sebagai anak manusia saya tak habis pikir, bagaimana hal itu bisa disebut jalan kebahagiaan. Apakah benar kebahagian diperoleh dengan membuat kesengsaraan orang lain? Ada 9 orang meninggal dan 50 orang terluka. Dan penderitaan itu bertambah lagi dari orang-orang kerabat korban. Bukankah kebahagiaan didapat dengan banyak memberi cinta, memberi kasih dan memberi maaf kepada sesama? Bisa jadi kebencian dan kemarahan bisa timbul dan menggelora lagi dari kerabat korban yang tak bersalah. Apakah benar kebahagiaan diperoleh dengan cara menyakiti diri? Bukankah kebahagiaan adalah bagaimana menunaikan kewajiban, memenuhi hak - hak diri dan kemudian menghormati hak - hak orang lain di sekitar?
Sebagai warga negara saya tak habis akal, apakah demikian itu yang dikatakan jalan kedamaian? Kenapa masih ada orang yang iri dengki terhadap keadaan yang mapan dalam kehidupan bernegara ini? Hormatilah perbedaan dan kebinekaan. Sebab semua orang terlahir dengan pemberian yang telah ditentukan. Nikmatilah keragamannya. Jangan dijadikan sebab kemurkaan dan kolam kebencian. Hitam, putih, kuning dan merah adalah anugerah yang membuat warna kehidupan ini menjadi indah. Tinggi, rendah, lurus, keriting, ngombak adalah model yang membuat sedap pandangan mata, maka cintailah. Sebelum semua berubah menjadi beban yang harus dilunaskan.
Jangan ada lagi bibit kebencian dalam hati. Sebab dia sungguh sangat mematikan, apalagi jika pelepasannya dengan nafsu yang mendalam. Dia bisa menjadi bom dan yang lebih dahsyat lagi Bukan mati syahid seperti yang diharapkan, tapi mati sangit. Bukan mati mulyo, tapi mati nistho - konyol. Ringankanlah beban hidup kita, sehingga tak perlu lagi: MEMENDAM PENYAKIT HATI diman kebencian membelenggu diri ini, membutakan mata hati dan nurani. (FA)
نا عذ با لله من ذليك
Tags : agama, attack, bunuh diri, dogma, islam, jakarta bombing, kesesatan, kitab, mati, surga, syahid, terrorist
Categories : true story
